Tuesday, July 27, 2010

Janji allah yang akan segera tiba

Kiamat itu akan tiba dan tak seorang pun yang akan mengetahuinya, kerana itulah rahasia allah. hanya hamba-hambanya yang taqwa yang akan bersenang hati dan berlapang dada menunggu datangnya kiamat itu.





di saat kejadian kiamat itu tak satu makhluk didunia ini akan terselamat darinya, kemusnahan itu pasti akan menemui kita semua. puak2 kafirun kini sedang mengkaji untuk berpindah dari bumi ke planet lain kononnya mereka akan selamat dari kiamat itu. dan disitulah kebodohan mereka. tidak kah mereka terpikir bahwasanya  mereka juga takkan lepas dari maut. maut itu adalah kiamat kecil yang kita perlu sedari.






Bila awan telah menjadi gelap di mana kita semua tidak kan mengetahui siang dan malam. disaat itulah timbul kekacauan di dalam hidup kita jika kita tidak mempunyai iman yang kuat. al-qur'an yang jadi panduan akan di ambil 70 suhuf yang ada di dalam kandungan nya oleh sang penguasa langit dan bumi yakni allah s,w,t.
Sekarang masih belum terlambat untuk memanfaatkan apa yang ada didalam kandungan al qur'an itu. pelajari,baca,pahami,kemudian amalkan apa yang telah di ajari oleh nya. jangan lah kita terjerumus ke dalam neraka, walaupun kita sedar akan dosa kita,kembalilah kepada allah. supaya kita di beri keampunan dan terhindar dari neraka jahanam.
gambaran neraka itu adalah api yang menyala,subhanallah bila kita terkena percikan api saja kita sudah merasai panasnya,inikan pula api yang menyala berbahan bakar emas,perak,tembaga,tulang belulang. sungguh tidak dapat di bayangkan betapa panasnya keadaan itu.

Kini Ramadhan akan menemui kita bulan yang penuh keampunan, rebutlah peluang ini seolah2 inilah kesempatan yang terakhir kita. dalam seumur hidup kita. heningnya ramadhan akan membuatkan kita insaf.
para sahabat ku semua tiada pesan2 terindah selain pesanan untuk kembali pada allah,mendapatkan cinta dan kasih sayang allah. tiada harta yang yang berjuta yang menjadi bekalan melainkan amalan untuknya. cinta agung bagi hamba dan umat nabi muhammad hanyalah mendapatkan cinta allah...salam ramadhan semoga ia akan menjadi hari2 yang terbaik buat kita semua.

Sunday, July 25, 2010

6,000 petugas umrah ketika Ramadan di Masjidil Haram

JEDDAH: Lebih 5,700 orang akan ditugaskan melayani jemaah umrah di Masjidil Haram sepanjang Ramadan ini.
Timbalan Pengerusi Majlis Hal Ehwal Masjid, Nasser bin Muhammad Al-Khuzaim memberitahu Arab News semalam, di samping itu, lebih ramai ulama akan ditempatkan di masjid berkenaan untuk memberi nasihat agama dan menjawab soalan daripada jemaah.



“Majlis sudah meluluskan rancangan Ramadan yang akan bermula pada penghujung Syaaban dan berterusan hingga pertengahan Syawal.

“Rancangan itu bertujuan menyediakan suasana tenang untuk jemaah melakukan ibadah,” katanya.

Dalam pada itu, kata Nasser, sentuhan terakhir kini dilakukan pada projek perluasan Masjidil Haram.

Menurutnya, tempat melakukan saie setinggi lima tingkat kini sudah bersedia untuk menerima jemaah.


Struktur itu termasuk tingkat bawah tanah dan bumbung. Katanya, penghadang kaca dipasang di sekitar Bukit Safa di tingkat bawah dan bawah tanah sementara beberapa kawasan bukit itu ditampal dengan filem lut sinar bagi menghalang orang ramai mencontengnya.




Selain itu, laluan tempat saie di tingkat bawah di luaskan lagi, begitu juga laluan untuk mereka yang kurang upaya, diluaskan dari dua meter menjadi empat meter bagi memudahkan pergerakan kerusi roda.

Nasser juga berkata, 110 air pancut diperbuat daripada marmar dan mengeluarkan air zamzam dibina di empat lokasi berbeza di masjid itu. Dalam pada itu, 72 rak kasut marmar bernombor juga sudah siap dibina, katanya. - Agensi

Kisah benar,Juwita: Saya Dibaptis di Bawah Alam Sadar

Juwita:

Saya Dibaptis di Bawah Alam Sadar


Juwita Korban pemurtadan

MENYAKITKAN sekaligus memilukan hati, namun itulah ungkapan yang dilontarkan Juwita binti Karman, warga Desa Suak Geudeubang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat yang menjadi korban pemurtadan dan pendangkalan akidah yang dilakukan misionaris di tempatnya berdomisili beberapa waktu lalu.

Saat ditanya  kemarin, dengan raut wajah lugu dan linangan air mata, Juwita menceritakan pengalaman buruknya itu. Menurutnya, awal mula ia mengenal agama non-Islam itu justru saat ia berkunjung ke rumah kakak sepupunya, Ernawista alias Nonong, untuk suatu keperluan. Aaat ia masuk ke kamar kakaknya itu, tanpa sengaja ia temukan sebuah kitab Injil di sudut kamar.

Merasa penasaran, Juwita yang mengaku kurang mendapatkan ajaran Islam membuka kitab tersebut dan menanyakan kepada sang kakak untuk apa kitab itu. Namun, sang kakak tidak menjawab rinci. Ia hanya menyarankan supaya Juwita bertanya kepada wanita berinisial N yang sebelumnya telah membaptis Ernawista.

Bukan cuma mendapat penjelasan lebih lanjut, perempuan berinisial N itu justru membuat Juwita tambah penasaran. Bahkan untuk meyakinkan dirinya akan ajaran kitab Injil itu, di tangan Juwita digambarkan sesuatu semirip palang salib.  N menjelaskan kepada Juwita bahwa garis panjang tersebut merupakan jalan atau jembatan menuju Shiratal Mustaqin (jalan/jembatan menuju surga). Sedangkan garis pendek di antara garis yang berada di bagian atasnya merupakan jalan menuju surga dan neraka. Garis ke kiri menuju neraka, garis ke kanan menuju surga. Jika memercayainya, maka akan selamat hidup di dunia dan di akhirat.

Penasaran
Merasa penasaran dengan cerita yang disampaikan N, Juwita pun mengaku sangat mendambakan cerita selanjutnya. Keingintahuannya makin memuncak ketika dijelaskan kata-kata yang mebuat dirinya makin penasaran.  Tahu bahwa Juwita makin tertarik, N pun menyarankannya untuk dimandikan lebih dulu, supaya keterangan yang akan dijelaskan nanti bisa dicerap seluruhnya.

Selang beberapa hari kemudian, N justru mendatanginya dan menanyakan apakah sudah siap untuk dibaptis. Antara yakin dan tidak, ia hanya menjawab sekenanya saja: ya sudah.  Prosesi pembaptisan pun dipersiapkan. Kakak sepupunya, Ernawista, diminta N membantu persiapan pembaptisan di lokasi yang telah ditetapkan, yakni di kawasan pantai Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, sekitar dua bulan lalu.

Saat diajak dan akan dibaptis oleh N, Juwita mengaku tak bisa menolak. Ia merasa antara sadar dan tidak, mengikuti saja ajakan tersebut, meski sebelumnya batinnya berontak dan tak ingin dibaptis. Namun, ia tak kuasa menampik ajakan itu, mengingat N  hanya menjelaskan apabila dirinya ingin tahu lebih banyak tentang ajaran agama dan isi kitab Injil, maka ia harus dimandikan (dibaptis) lebih dulu.

Saat pembaptisan itu, Juwita mengaku justru dimandikan oleh kakak sepupunya Ernawista, karena diminta tolong oleh N. Meski sang kakak mengaku tak bisa melakukannya, namun N terus-menerus memintanya. Sementara itu, mereka membacakan doa-soa saat prosesi berlangsung pada hari Jumat sekitar pukul 15.00 WIB. Lama pembaptisan 1,5 jam. “Selama itu pula saya merasa berada di bawah alam sadar dan tak banyak ingat apa saja yang dilakukan para perempuan di sekitar saya saat itu,” ungkap Juwita.

Malah, Juwita mengaku saat prosesi pembaptisan usai, kondisi tubuhnya serasa tidak nyaman. Ia mulai sering marah-marah kepada orang tuanya tanpa sebab. Bahkan saat berada di rumah, ia membayangkan bakal takut bertemu dengan N, wanita teman kakaknya itu. Namun, saat benar-benar bertemu, ia malah tak kuasa menolak setiap ajakan ataupun kata-kata bujukan N yang disampaikan padanya. Juwita juga mengaku bahwa dirinya ikut memandikan (membaptis) Cut Susinilawati di kawasan pantai Ujong Kareung pada 7 Juli 2010 karena diminta oleh N.

Cut yang hanya tamat SMP itu, menurut Juwita, tertarik dengan cerita N yang menyatakan akan mencarikan jalan kasih, apalagi saat itu perempuan yang berusia 18 tahun tersebut baru saja putus cinta dari sang kekasih. Namun Juwita mengakui, apa yang ia lakukan selama ini bersama kakak sepupunya, Ernawista alias Nonong dan Cut Susinilawati, semuanya berada di alam bawah sadar mereka. Dengan berlinang air mata, ia mengaku sangat menyesali perbuatannya itu dan menyatakan akan kembali memeluk Islam, agama orang tuanya, seperti sediakala.

Kisah benar,Taubat Lara

Taubat Lara


REMAJA ini hilang arah apabila ibu bapanya memilih untuk berpisah.


SUDAH lama Lara, 13, (nama samaran) tidak mengecapi kebahagiaan dan ketenangan seperti yang dinikmatinya pada hari ini.
Biarpun sudah dua bulan terasing daripada keluarga kerana menjalani pemulihan di sebuah rumah perlindungan, jiwa remaja ini tidak lagi cepat memberontak dan liar seperti dahulu.
Tempoh sesingkat itu bagaikan berupaya menjinakkan hatinya untuk menjalani kehidupan berlandaskan cara hidup Islam yang sebenar.
“Walaupun berjauhan daripada keluarga, hati saya tenang. Di sini ramai kawan-kawan dan pembimbing yang tidak jemu memberi sokongan agar saya berubah dan mulakan kehidupan baru.
“Saya menyesal dengan tabiat lama saya yang membelakangkan agama. Ia juga memburukkan lagi keadaan keluarga yang selama ini kucar-kacir,” ujarnya sayu ketika ditemui Jurnal baru-baru ini.
Ice baby
Membuka kisah hidupnya, bicara remaja ini dilihat lebih matang daripada usianya. Pernah menjadi pelajar cemerlang di sekolah, ia bukan jaminan untuk anak bongsu daripada empat beradik ini terlepas daripada pengaruh sosial yang mampu meragut masa depannya.
“Saya jadi begini kerana mama dan papa bercerai. Tahun lepas, semasa saya berada dalam darjah enam hubungan mereka semakin tegang dan sebagai anak, saya mula bosan dengan suasana di rumah, langsung tak ada ketenangan,” cerita Lara yang mendapat 5A dalam peperiksaan percubaan Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR) tahun lalu.
Sikap ibu bapanya yang dianggap tidak mempedulikan keperluan pembelajaran anak-anak, menjadikan Lara lebih suka melepak, sama ada di kompleks beli-belah, taman permainan ataupun rumah sewa rakan-rakannya yang lebih berusia.
“Habis saja waktu sekolah saya akan melencong keluar bersama kawan-kawan. Mama dan papa tidak tahu kerana bekerja dan mereka hanya pulang lewat petang.
“Waktu malam pula, saya lebih suka memerap dalam bilik dan buat kerja sekolah. Lagipun, bila-bila masa perang mulut antara mama dan papa boleh berlaku,” katanya yang mengakui sangat tertekan dengan suasana kaku di rumah.
Jelas Lara, setiap malam dia terpaksa memekakkan telinga mendengar ibu bapanya bergaduh malah keadaan lebih buruk apabila ibunya mendapat tahu bapanya berkahwin lain.
“Kadang-kadang saya fikir mereka tidak pernah peduli perasaan kami empat beradik sedangkan kami amat memerlukan perhatian daripada mereka, lebih-lebih lagi saya akan hadapi UPSR manakala kakak akan menduduki PMR (Penilaian Menengah Rendah),” ujarnya.
Tidak betah dengan apa yang berlaku di rumah, Lara dan tiga kakaknya lebih gemar menghabiskan masa dengan rakan-rakan di luar.
Jika mereka berduit, panggung wayang dan pusat boling menjadi tumpuan mereka. Jika tidak, Lara dan kakaknya hanya melepak dan bermain permainan video di rumah rakannya.
Dek pergaulan tanpa sekatan itu, Lara mula belajar menghisap rokok dan meminum arak. Bermula sekadar suka-suka, tabiat itu semakin lama semakin sebati dengan jiwanya dan Lara bagaikan ketagih.
“Saya juga pernah mencuba ice baby yang ditawarkan oleh kawan-kawan. Mujur saya tidak sampai pada tahap ketagih kerana saya tidak menyukai rasanya yang sedikit pahit dan memeritkan tekak,” katanya.

PERCERAIAN ibu bapa menjadikan Lara lebih agresif dan liar.


Lari rumah
Selepas perpisahan ibu bapanya, dia dan seorang kakaknya diambil untuk tinggal bersama ibu mereka manakala dua lagi kakaknya mengikut bapa mereka pindah ke Kuala Lumpur.
Hidup Lara lebih liar selepas itu. Ibunya pula jenis yang tidak kisah jika anak gadisnya itu keluar bersama rakan-rakan asalkan pulang ke rumah dan tidak terlanjur.
“Apabila papa dapat tahu saya semakin liar, saya dibawa tinggal bersamanya di Kuala Lumpur apabila tiba musim cuti sekolah. Saya yang tidak suka dikongkong, nekad melarikan diri dari rumah dan kembali semula ke rumah rakan-rakan.
“Masuk ke tingkatan satu, nakal saya semakin menjadi-jadi. Saya kerap ponteng sekolah dan selalu bergaduh dengan mama kalau dia cuba menyekat kebebasan saya.
“Papa yang sudah lama bersabar dengan perangai liar saya ada memujuk agar saya tinggal bersamanya semula. Mujur ibu tiri saya menerima saya dan kakak dengan baik.
“Melihat kemesraan dan kesudian mereka untuk menjaga dan mengambil berat keadaan diri saya, hati saya terbuka untuk mengikut papa. Tetapi, apabila papa menyuarakan pendapat untuk menghantar saya ke rumah perlindungan ini, saya membantah,” tuturnya.
Selain Lara, kakaknya yang berusia 16 tahun juga dimasukkan ke rumah perlindungan lain namun tidak diketahui lokasinya.
“Mama tidak tahu saya dan kakak dimasukkan ke rumah pemulihan. Hanya papa, ibu tiri dan keluarga sebelah papa sahaja yang tahu. Mulanya saya malu dan memberontak, tetapi kini, saya sedar.
“Saya amat hargai usaha mereka untuk saya menjadi insan yang lebih baik,” ujarnya.
Enggan lagi menghabiskan masa remaja dengan perkara yang sia-sia, Lara berazam untuk menjadi anak yang lebih baik selepas keluar dari pusat bimbingan ini.
“Saya mahu kembali ke sekolah dan saya berjanji tidak mahu lagi mengecewakan mama, papa dan ibu tiri saya. Saya bersyukur kerana masih belum terlambat untuk saya bertaubat dan kembali ke pangkal jalan.
“Perjalanan hidup saya masih panjang dan saya telah berjanji dengan diri saya sendiri, saya tidak akan sia-siakan peluang kedua ini,” katanya mengakhiri perbualan.

Isteri curang bijak simpan rahsia

Isteri curang bijak simpan rahsia


WANITA bijak menyimpan rahsia hinggalah kecurangan mereka terbongkar.


KISAH isteri curang atau suami menangkap isteri berkhalwat dengan lelaki lain semakin kerap dilaporkan media kebelakangan ini.
Kes terbaru berlaku di Kuantan, Pahang, 5 Julai lalu. Seorang suami, dikenali sebagai Muhammad yang mengesyaki isterinya bermain kayu tiga bertindak memasang perangkap dengan pihak penguat kuasa Jabatan Agama Islam Pahang (JAIP).
Menurut Muhammad, pada mulanya beliau tidak mengesyaki apa-apa kerana wanita itu sibuk dengan perniagaan butiknya.
“Namun, saya sendiri yang menangkapnya ketika dia berdua-duaan dengan seorang lelaki lain di sebuah bilik sewa yang terletak di atas sebuah restoran,” cerita beliau.
Bagi Halim (bukan nama sebenar) pula, dia tidak menyangka isterinya Halimah (nama samaran) yang berperwatakan baik sanggup menjalin hubungan sulit dengan suami orang.
“Sepanjang hidup bersamanya, tidak sedikit pun saya meragui kesetiaannya memandangkan perkahwinan kami atas dasar suka sama suka,” katanya dalam ruangan forum Internet.
Halim memberitahu, ketika dia bersusah payah membangunkan perniagaan, Halimah merupakan menjadi sumber inspirasinya.
Isterinya juga melayannya dengan penuh kasih sayang dan rumah tangga mereka bertambah bahagia selepas dikurniakan seorang anak lelaki yang kini berusia sembilan tahun.
Namun, ada juga rakan memberitahu Halim mereka pernah melihat Halimah bersama lelaki lain dalam keadaan mencurigakan tetapi tidak diendahkan Halim.
Pada suatu hari, kereta yang dipandu Halim rosak dan beliau terpaksa pulang ke rumah untuk mengambil sebuah lagi keretanya.
Di rumah, Halim terkejut besar melihat kelibat seorang lelaki keluar dari pintu belakang. Dengan segala kudrat, Halim mengejar lelaki itu dan berjaya menangkapnya.
Meningkat
Tetapi apa yang menyedihkan, Halim mendapati isterinya berada dalam keadaan kusut dan memakai baju tidur tanpa coli di ruang tamu. Mereka berdua akhirnya bercerai.
Menurut seorang peguam syarie, Musa Awang, kes perceraian akibat isteri curang seperti yang dilalui Muhammad dan Halim itu meningkat 20 peratus setiap tahun.
“Perkara ini cukup serius terutama bagi pasangan suami isteri yang menetap di bandar besar. Saya berpendapat antara puncanya ialah isteri banyak menghabiskan masa di tempat kerja.
“Mereka kurang bersama suami dan jika ada masalah rumah tangga, mereka akan berkongsi dengan orang ketiga yang suka mengambil kesempatan,” katanya yang berpengalaman lebih 10 tahun mengendalikan kes cerai di mahkamah syariah.
Beliau berpendapat, perkara-perkara itu boleh menyebabkan hubungan suami dan isteri renggang, bergaduh dan akhirnya memilih cerai sebagai jalan untuk keluar daripada konflik rumah tangga.
Musa tidak menyalahkan isteri seratus peratus. Suami juga, katanya, mungkin menjadi punca isteri curang, misalnya suami tidak menunaikan tanggungjawab zahir dan batin.
“Selain itu, suami sendiri mungkin curang terlebih dahulu hingga menyebabkan isteri beralih cinta kepada orang lain. Begitu juga jika suami berpoligami tanpa kebenaran, berperwatakan kasar dan suka memukul isteri,” terang beliau.
Musa memberitahu, dalam keadaan itu, perceraian dianggap penyelesaian terbaik.
Bagi Pengarah Bahagian Bimbingan dan Kaunseling, Jabatan Pembangunan Wanita, Kementerian Pembangunan Wanita dan Masyarakat (KPWM), Linda Jamaluddin, masalah bermula apabila si isteri mengadu kepada orang lain yang tidak berkaitan.
Katanya, wanita lebih terdorong untuk berjumpa teman sepejabat atau jiran-jiran untuk meluahkan perasaan.
Cinta sepejabat
“Daripada situlah timbul perasaan kasihan lebih-lebih lagi kawan lelaki hingga membibitkan cinta terlarang,” katanya.
Linda berpendapat kecurangan berlaku disebabkan masalah komunikasi dalam rumah tangga. Suami tidak memahami isteri dan begitulah sebaliknya. Faktor lain ialah suami tidak mahu berkongsi kerja dan tugas menguruskan rumah tangga.

MEDIA akhir-akhir ini kerap melaporkan kisah suami menangkap isterinya berdua-duaan dengan lelaki lain.


“Kesilapan paling utama adalah apabila suami atau isteri berkongsi masalah rumah tangga dengan orang lain hingga menimbulkan masalah lain khususnya curang,” hujah beliau.
Pengarah Jabatan Agama Wilayah Persekutuan (Jawi), Datuk Che Mat Che Ali memberitahu, kecurangan merupakan salah satu punca perceraian di Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan.
Beliau bagaimanapun tidak memberikan angka yang tepat berhubung kes cerai yang melibatkan isteri curang.
“Kes cerai Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan ialah sebanyak 15 hingga 18 peratus berbanding jumlah perkahwinan yang didaftarkan setiap tahun,” katanya.
Che Mat memberitahu, faktor kewangan suami yang tidak stabil selain cabaran kehidupan di bandar besar juga boleh mengakibatkan isteri curang.
“Dahulu, rata-rata isteri menjadi suri rumah tetapi kini kebanyakan mereka bekerja. Pergaulan di pejabat juga menjadi sebab isteri bermain kayu tiga selain waktu yang singkat bersama suami sendiri.
“Lagipun tempoh perkahwinan selama satu hingga lima tahun merupakan tempoh yang kritikal dan pasangan suami isteri yang dapat menghadapinya dengan baik mungkin perkahwinan mereka akan berkekalan hingga ke akhir hayat,” katanya.
Pakar psikologi, Dr. Suradi Salim pula berpandangan manusia sebenarnya tidak dapat lari daripada melakukan kesilapan.
“Manusia bukan malaikat. Seperti curang seorang lelaki, wanita juga boleh melakukannya,” katanya. Namun, menurut Suradi lelaki lebih cenderung bersikap curang kerana sikap ego mereka.
“Wanita dikenali dengan kesetiaan tetapi lebih berbahaya kerana mereka bijak menyimpan kecurangan mereka,” terang beliau.

Ada Sinar Gaib di Makam Syeikh Yusuf


Zainunisa, juru kunci makam Syeikh Yusuf di Kampung Macassar, Cape Town, berdiri di depan makam tokoh Indonesia itu. Ia pernah mengalami kejadian aneh.
Namanya Zainunisa (64). Wanita tua itu begitu setia menjaga dan membersihkan makam Syeikh Yusuf di Kampung Macassar, Cape Town, Afrika Selatan. Meski tak ditugaskan siapa pun dan tak dibayar, dia dengan setia mengurusi makam itu hingga terlihat rapi dan bersih.

"Saya hanya menghormati tokoh besar ini, tak ada motivasi lain. Saya hanya berniat ibadah," begitu kata Zainunisa ketika ditanya Kompas.com, 6 Juli lalu.

Makam Syeikh Yusuf terletak di Kampung Macassar. Begitu orang Cape Town menulis sebuah kampung di Cape Town, Afsel itu. Kampung ini terkenal karena makam Syeikh Yusuf, tokoh pejuang Indonesia yang meninggal di daerah itu pada 23 Mei 1699 sebagai pengasingan.

Dinamakan Kampung Macassar karena Syeikh Yusuf berasal dari Goa, Makassar. Dia tokoh agama sekaligus pejuang yang melawan Kompeni dan ikut membantu Sultan Ageng Tirtayasa berperang. Namun, dia akhirnya diasingkan Belanda ke Sri Lanka (dulu Ceylon). Pada 1994, dia dibawa ke Cape Town.

Bersama keluarga dan 49 pengikutnya, dia pertama kali menyebarkan agama Islam di Cape Town. Syeikh Yusuf pun dihormati sebagai tokoh besar, termasuk orang Afsel, terutama warga Cape Town, terutama lagi warga Coloured dan warga yang disebut Cape Malay.

Maka, meski kerangkanya sudah dipindah ke Makassar pada 1705, makam tersebut masih dikeramatkan. Bahkan, orang Cape Town menyebutnya "Kramat".

Makam itu terletak di tengah kampung di areal seluas sekitar 50 x 50 meter. Makam Syeikh Yusuf berada di tengah bangunan menyerupai masjid. Empat dari 49 pengikutnya juga dimakamkan di areal itu, tapi di halamannya.

Namanya saja "Kramat", makam itu dikeramatkan orang Cape Town. Namun, mereka tak terlalu mengembangkan cerita-cerita mistis seputar makam itu.

Zainunisa mengaku tak pernah memikirkan hal gaib atau cerita aneh-aneh. Namun, dia mengaku pernah mengalami hal gaib di makam itu.

"Itu terjadi tahun 2008. Saat itu sudah hampir magrib dan saya menutup pintu makam itu. Lalu, saya sempat memeriksa beberapa tempat. Ketika akan keluar dari halaman makam, tiba-tiba saya lihat pintu terbuka dengan sendirinya," kisah Zainunisa.

Dia pun segera kembali ke makam itu, lalu melihat ke dalam apakah ada seseorang. Dia melongokkan kepalanya sebelum menutup kembali.

"Masyaallah, ada sinar terang mengelilingi makam Tuan Syeikh Yusuf. Saya kaget bukan kepalang. Sinar itu begitu terang. Saya hanya bisa tertegun dan terus memandanginya, sampai benar-benar hilang. Setelah itu, saya segera menutup makam dan pulang," kata Zainunisa dengan gemetar karena mengingat pengalaman yang menurutnya aneh dan membuat dirinya merinding itu.

Dia lalu mempererat sedekap tangannya, sambil melirik makam itu. Lalu, senyumnya mengembang agak aneh. "Saya setengah takut setengah senang karena mengalami peristiwa itu. Tak ada cerita aneh di makam ini sebelumnya. Mungkin, itu satu-satunya cerita unik tentang makam Syeikh Yusuf dan saya beruntung menjadi saksinya," katanya.

Meski takut, dia tetap menjalani rutinitasnya. Dia selalu datang ke makam itu setiap pagi, lalu pulang saat zuhur. Setelah itu, dia kembali lagi sampai menjelang magrib.

"Saya yang mengurus makam ini. Saya janda dan sudah pensiun. Saya hidup dari uang pensiun. Bahkan, sering sebagian uang pensiun saya untuk biaya perawatan, membayar tukang yang membersihkan makam ini," akunya.

Menurut Zainunisa, setiap hari ada saja orang yang datang ke makam itu. Dia tak pernah menyapa tamu, hanya diam. Sosoknya kadang cukup misterius. Namun, begitu disapa, dia akan segera bicara dan menjelaskan semuanya.

"Orang datang dan pergi ke makam itu hampir setiap hari. Pada musim liburan, banyak pendatang dari berbagai daerah. Orang Indonesia sering ke sini. Saya melihat Soeharto (mantan Presiden RI) saat ke sini pada 1997," ungkapnya.

Menurutnya, sebagian orang ke makam itu untuk berdoa. Ada pula yang sekadar ingin tahu. Bahkan, ada pula yang ingin mencari berkah.

"Ada-ada saja motivasinya. Ini hanya makam, tapi terkadang ada orang yang merasa tersugesti bisa mendapat apa yang diinginkan kalau berdoa di sini. Saya tak tahu itu. Yang saya tahu, berkah itu dari Allah, bukan dari makam. Bagi saya, ini tempat bersejarah dan harus dihormati dan dirawat. Ini juga ujud penghormatan kepada sang tokoh yang meninggalkan banyak jasa," paparnya.

"Termasuk api yang saya lihat itu, entah apa. Saya tak bisa menjelaskannya," tambahnya.

Beginikah cara mereka menghina islam?

MEREKA MENGANDAIKAN HAJARUL ASWAT ITU BENTUK KEMALUAN WANITA.
sungguh menyedihkan agama suci ini sanggup di persendakan oleh mereka2 ini.




















kalau tak percaya sila lawati di sini; 
http://truthyell-nadir.blogspot.com/

Gambar kenapa yahudi paling takut kepada kematian

http://www.islammemo.cc:1589/memoadmin/media//dawn3.jpg
Lihatlah bagaimana yahudi sangat takut kepada kematian, Apakah umat Islam  sekarang, juga seperti yahudi ?. Takut  kepada syahid, sedangkan syahid adalah laluan paling dekat dan paling mulia di sisi Allah SWT untuk mendiami Syurga Ilahi, Bukankah Mati tidak dapat dielakkan !!! bukankah Rasulullah SAW dan semua para nabi menunggu kita di Suyrga !!!
Walaupun roket Hamas hanya berjaya dilancarkan ke dalam wilayah  yahudi sejauh 56 km sahaja, mereka sudah panik dan ngeri. sedangkan umat Islam mereka bunuh dan gilis dengan kereta kebal, namun umat Islam tidak pernah trauma dan stres dalam kehidupan mereka, mereka tetap dapat meneruskan kehidupan seperti biasa, malah lebih bersemangat apabila mereka yakin  Tentera Malaikat Allah SWT sentiasa mengawasi kehidupan mereka…
أثارت صواريخ المقاومة الفلسطينية حالة من الهلع والرعب الشديديْن بين سكان المغتصبات والبلدات الصهيونية، خاصةً بعد أن باتت صواريخ المقاومة تبلغ مدينة “بئر سبع” جنوب “إسرائيل” والتي تبعد نحو 56 كلم عن قطاع غزة، في مفاجأة اعتبرها جميع المحللون الصهاينة بالصدمة، حيث لم يسبق لأي صاروخ فلسطيني أطلقته المقاومة من غزة، أن وصل إلى هذا المدى.
وهنا ترصد “مفكرة الإسلام” -بالصور- الآثار التي خلفتها صواريخ المقاومة الفلسطينية:




Khalid al-Walid ‘pedang Allah’


PERJANJIAN damai Hudaibiah banyak membuka hati orang-orang kafir untuk memeluk Islam. Antaranya yang memeluk Islam ialah Khalid bin al-Walid. Beliau dahulu adalah pemimpin pasukan Quraisy yang sangat terkemuka. Beliau juga merupakan seorang pahlawan perang yang sangat gagah dan berani.
Hampir semua peperangan disertai oleh beliau akan beroleh kemenangan. Selepas memeluk Islam, Rasulullah memberikannya jolokan ‘Saifullah’ iaitu Pedang Allah. Beliau juga telah menakluki negeri Syria.
Selepas memeluk Islam, Khalid menjadi pemimpin dalam setiap peperangan. Ini disebabkan beliau bijaksana dan berpengalaman dalam mengatur strategi peperangan.
Ketika beliau melihat jumlah pasukan musuh di Muktah yang berlipat ganda ramainya, beliau memasang strategi dengan mengajak pasukannya mundur ke selatan sementara pihak musuh mundur ke utara.

Dengan itu, kedua-dua pasukan tidak bertembung dan berada dalam keadaan yang jauh. Keadaan itu menjadikan mereka lebih selamat dalam pasukan daripada meneruskan peperangan yang akan membawa kepada kebinasaan dan kematian.
Sementara itu, beliau juga telah menugaskan sebahagian pasukannya yang berada di barisan belakang untuk melancarkan pertembungan dan pergaduhan sebagai taktik seolah-olah pasukan Muslimin sedang mendapatkan bantuan dari Madinah.
Taktik yang beliau atur ini ternyata berhasil. Pihak musuh menjadi takut terhadap pasukan Muslimin sehingga sebahagiannya terus berusaha mundur dan tidak meneruskan peperangan.
Ketika hendak memeluk Islam, beliau telah menyaksikan berbagai-bagai peristiwa dengan Nabi Muhammad SAW. Baginda sangat dikenali oleh semua orang dan pengikut-pengikut baginda juga semakin bertambah.
Pernah suatu ketika, baginda dan rombongan baginda dalam perjalanan menuju ke Hudaibiah, pasukan Khalid telah mengekori baginda. Kemudian beliau melihat Rasulullah bersembahyang Zuhur bersama-sama para sahabat baginda.
Pada mulanya beliau bercadang hendak menyerang mereka ketika mereka sedang bersembahyang itu, tetapi tiba-tiba tidak tercapai keinginan untuk membuat sedemikian.
Khalid terus menunggu sehingga baginda menunaikan solat Asar pula. Tetapi niat itu diketahui oleh Rasulullah, lalu baginda dan para sahabat terpaksa menunaikan solat khauf iaitu solat dalam keadaan takut dan berjaga-jaga.
Terus hati Khalid berasa serba salah dan tidak jadi hendak menghalang Rasulullah.
Apabila beliau mengetahui pemergian baginda ke Hudaibiah adalah untuk membuat perjanjian perdamaian dengan kaum Quraisy, terus Khalid bersemangat untuk mendatangi Rasulullah dan menyatakan keinginan beliau untuk memeluk Islam.
Lalu beliau pun segera mengajak kawan-kawannya untuk pergi ke Madinah menemui Rasulullah dan memeluk Islam. Rasulullah sungguh gembira menyambut kedatangan Khalid dan sahabat-sahabatnya, lalu mengislamkan mereka.

Pembinaan Masjid Nabawi

Masjid Nabawi di Madinah.


SELEPAS membina masjid Quba’, Rasulullah SAW pun meneruskan perjalanan baginda bersama-sama dengan sahabat ke Madinah yang juga ketika itu dikenali sebagai Yathrib.
Perjalanan yang ditempuh amat jauh dan memakan masa berhari-hari. Cuaca padang pasir yang panas terik dan kering menyukarkan perjalanan. Walaupun begitu, ia sedikit pun tidak mematahkan semangat baginda dan para sahabat untuk berhijrah.
Ketika dalam perjalanan itu juga, tiba-tiba sahaja unta yang ditunggang oleh Rasulullah berhenti dan melutut. Terdapat beberapa orang Islam sedang mengerjakan solat di tempat itu. Baginda dan para sahabat pun berhenti di situ.
Di tempat itu juga terdapat dua orang anak lelaki yatim piatu. Seorang bernama Sahl dan seorang lagi Sohail. Mereka mempunyai sebuah kandang unta di tempat yang betul-betul mengenai tapak Rasulullah ingin membina masjid.
Sebagaimana yang diketahui, Rasulullah akan membina masjid di mana sahaja baginda berhenti. Baginda pun memanggil kedua-dua orang lelaki itu. Baginda ingin berunding untuk mendapatkan kandang unta mereka. Tujuan baginda adalah untuk membina sebuah masjid di situ.
Mereka pun berkata: “Wahai Rasulullah, ambil sahajalah kandang unta kami itu. Binalah masjid sebagaimana kehendak Allah. Kami amat berbesar hati sekiranya dapat berbakti di jalan Allah.”
Walaupun begitu, Rasulullah menolak tawaran mereka itu. Baginda telah membayar sebanyak 10 dinar dan mengarahkan sahabat untuk membuat pembayaran kepada mereka berdua.
Setelah itu, pembinaan masjid Nabawi pun dimulakan. Rasulullah telah mengarahkan pokok-pokok kurma ditebang dan batu-batu dialihkan.
Kubur-kubur pada zaman Islam telah digali dan ditanam semula di tempat lain. Kawasan tapak kandang unta itu terdapat air yang bertakung. Baginda pun telah mengarahkan para sahabat agar mengalirkan air itu ke tempat lain sehingga kering.
Masjid Nabawi yang dibina itu mempunyai ukuran panjang dari depan ke belakang lebih kurang 100 hasta dan begitu juga pada bahagian sisi sebelah lagi. Ia berbentuk empat persegi dan dipengaruhi dengan reka bentuk pembinaan pada ketika itu.
Binaan asasnya pula berukuran tiga hasta dalam yang dibina di atas tanah. Para sahabat dan baginda membina masjid ini secara bergotong-royong.
Rasulullah membuat kiblat ke arah Baitulmaqdis di Palestin kerana pada ketika itu belum diperintahkan arah kiblat menghadap ke Kaabah di Mekah. Unsur-unsur seni bina Masjid Nabawi banyak menyerupai Masjid Quba.
Kedua-dua masjid ini mempunyai ciri-ciri rekaan dan binaan daripada Masjidil Haram di Mekah. Pada tahun 700 masihi, Masjid Nabawi diperbaharui atas perintah khalifah Walid Abdul Malik.

Masjid 1000 Tiang Dulunya Istana Sultan Thaha

masjid_agung.jpg
“Belanda mengancam akan menyerang Istana. Sebelum niat itu kesampaian, Sultan Thaha lebih dulu menyerang pos Belanda yang ada di daerah Kumpe. Jadi, Belanda kembali menyerang dan membumi hanguskan Istana tersebut”.
Junaidi T Nur, sejarawan Jambi.
JAMBI – Bangunan luas nan megah yang terletak di kawasan Jalan Sultan Thaha ini, dulunya merupakan salah satu bukti sejarah pemerintahan Kota Jambi. Mesjid Agung Al falah yang kini kita kenal selama ini sebelumnya merupakan istana tanah pilih dari Raja Sultan Thaha.
Hal tersebut dikatakan Junaidi T Nur, sejarawan Jambi. Pada 1858, ceritanya, saat terpilih menjadi raja, Sultan Thaha marah dan membatalkan semua perjanjian yang dibuat Belanda dengan orangtua Sultan, karena perjanjian tersebut sangat merugikan pihak Jambi. Saat itu, Balanda sangat marah akan keputusan raja tersebut.
Akhirnya, lanjut Junaidi, Belanda mengancam akan menyerang Istana. Sebelum niat itu kesampaian, Sultan Thaha lebih dulu menyerang pos Belanda yang ada di daerah Kumpe. Jadi, Belanda kembali menyerang dan membumi hanguskan Istana tersebut.
Menurut mantan Ajudan Gubernur ini, pada 1906 lokasi masjid Agung tersebut dijadikan asrama tentara Belanda yang digunakan sebagai tempat pemerintahan Kresidenan. Hingga merdeka sampai tahun 1970-an lokasi tersebut masih dijadikan sebagai asrama TNI di Jambi.
Akhirnya, sambungnya, para alim ulama dan tokoh tokoh Jambi seperti MO Bafaddal, H Hanafi, termasuk juga Nurdin Hamzah, dan gubernur saat itu sepakat membangun masjid dan asrama dipindahkan ke depannya.
Salah satu alasan kenapa masjid adalah mengacu pada lambang Jambi yang terdapat Masjid. “Kalau tidak salah gubernurnya Tambunan atau Nur Admadibrata,” kata pria yang juga mengajar di salah satu universitas di Jambi.
Setelah sepakat, para tokoh dan ulama membuat masjid dengan konsep anti gempa. Jadilah, kata Junaidi, masjid tanpa dinding dengan 232 tiang. Hingga saat ini masjid yang pembangunannya bersamaan dengan Islamic Centre yang ada di sebelahnya dinamakan masjid seribu tiang.
Selama proses pembangunan masjid, kata Junaidi, pernah dijadikan lokasi suting film berjudul ‘Intan Perawan Kubu’ yang diperankan salah satunya Ully Artha. Film yang disutradarai AN Alkaf, pria asli Jambi ini, mengangkat tentang insinyur dan Suku Kubu.
Setelah membutuhkan waktu selama tiga tahun, barulah masjid ini diresmikan langsung Presiden kedua, yaitu Soeharto. Belum ada perubahan yang merubah konstruksi bangunan.
“Sama dengan namanya, dari dulu hingga sekarang nama Al Falah yang berarti kemenangan tidak berubah. Paling yang berubah pembungkus tiang yang dilakukan pada 2008 lalu,” katanya kepada Tribun.
Para petinggi negara ataupun Alim ulama yang terkenal pun sudah banyak menginjakkan kakinya di masjid yang berluaskan 2,7 hektar ini.
“Sebut saja, Gus Dur, Presiden SBY, dan ulama-ulama terkemuka,” katanya

Umar amanah menjaga harta Baitulmal

UMAR al-Khattab adalah khalifah Islam yang kedua. Pada ketika itu pusat pemerintahan berada di kota Madinah. Umar adalah khalifah yang sangat disegani, bertanggungjawab dan amanah pada tugasnya. Segala arahan yang dikeluarkannya adalah satu amanah yang perlu dilaksanakan dengan jujur dan ikhlas termasuk oleh ahli keluarganya terlebih dahulu.
Tidak ada pengecualian kerana Umar amat teliti dengan segala suruhan Allah dan Nabi Muhammad.
Terdapat kisah bagaiamana semasa Umarb sedang mengira dan membahagikan wang baitulmal, tiba-tiba anak perempuannya datang mengambil satu dirham wang itu.
“Saya jumpa wang. Ini wang saya. Saya ada wang sekarang,” kata anak perempuan Umar sambil terlompat-lompat kerana gembira mendapat wang satu dinar.
Seperti kanak-kanak lain, anak perempuan Umar itu memang tidak mengerti bahawa wang itu bukan milik ayahnya.
Walaupun ayahnya adalah pemerintah pada masa itu, tidak bermakna anaknya dapat boleh mengambil wang baitulmal sesuka hati.
Wang itu diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Sudah menjadi tanggungjawab Umar membahagikan wang baitulmal itu kepada individu-individu yang berhak menerimanya.
Umar menyuruh anak perempuannya menyerahkan kembali wang itu.
“Tolong berikan ayah wang itu kembali,” kata Umar kepada anak perempuannya itu.
“Kembalikan wang itu,” katanya lagi.
“Tidak mahu. Saya yang jumpa wang ini. Wang ini milik saya,” kata anak perempuannya sambil berlari-lari anak.
Bagi Umar, sekiranya anaknya mengambil wang itu, bermakna beliau sendiri tidak bersifat amanah pada wang baitulmal itu.
Khalifah Umar tidak mahu melanggar perintah Allah. Beliau juga tidak mahu menjadi pengkhianat kepada negara yang diperintahnya itu.
Umar pun mengejar anaknya yang sedang menuju ke rumahnya. Anaknya menjadi takut melihat ayahnya mengejarnya. Lalu anak perempuannya menangis teresak-esak.
“Baik saya masukkan wang ini ke dalam mulut saya. Untung-untung ayah tidak dapat mengambil wang ini,” bisik anak perempuannya itu.
Anak perempuannya memasukkan wang satu dirham itu ke dalam mulutnya. Puas Umar memujuk anaknya.
“Kembalikan wang itu, wahai puteri ayah,” pujuk Umar kepada anaknya itu.
Anaknya masih berdegil. Tanpa berlengah, Umar terpaksa memasukkan jarinya ke dalam mulut anaknya itu.
“Maafkan ayah kerana terpaksa mengorek mulut kamu bagi mendapatkan semula wang baitulmal ini,” kata Umar kepada anak perempuannya itu.
Umar mengorek wang itu dengan jarinya. Wang itu berjaya dikeluarkan.
Kemudian Umar berkata kepada anak perempuannya itu: “Maafkan ayah. Wang ini bukan kamu yang punya. Wang ini milik baitulmal.”
Anak perempuannya masih menangis, sementara ibunya memujuk anaknya itu.
Orang lain yang berada di baitulmal turut melihat kejadian itu. Mereka sangat kagum dengan sikap Umar yang tegas.
Selepas berjaya mendapatkan wang satu dirham itu, Umar kembali ke baitulmal dan meletakkan semula wang itu ke tempat asalnya.
Kemudian Umar berkata kepada orang Islam yang melihat kejadian itu: “Harta baitulmal bukan milik saya atau keluarga saya. Harta dan wang Baitulmal adalah milik orang Islam yang berhak menerimanya.”
Peristiwa itu menjadi contoh teladan kepada semua masyarakat Islam. Ketegasan dan keadilan Umar dalam melaksanakan kepimpinannya, menjadikan beliau lebih dihormati oleh orang lain.
~ oleh addyjagat

Monday, July 19, 2010

Jerat godaan 'Nurul Gersang'

gambar hiasan

KEPALA BATAS: Seorang wanita yang memperkenalkan diri sebagai ‘Nurul Gersang’ dikesan menggunakan laman sembang sosial menawarkan diri untuk dijadikan teman tidur sebelum menjerat mangsa supaya memasukkan wang ke dalam akaunnya.
Wanita berusia 20-an itu turut memuatkan nombor telefonnya dalam laman sosial popular itu serta mempamerkan gambar seorang wanita seksi bagi menawan ‘mangsa’ tetapi dipercayai bukan dirinya.
Apabila ada individu menghubunginya, wanita berkenaan akan bertanya ‘nak booking ke’ sebelum meminta ‘bakal’ pelanggan memasukkan sejumlah wang ke dalam akaun miliknya sebagai syarat untuk bertemu.

Bagaimanapun, wanita berkenaan memberi pelbagai helah apabila tempoh temu janji ditetapkan walaupun wang sudah dimasukkan dalam akaunnya.

Seorang peniaga yang cuba ‘menjerat’ wanita terbabit, Azahar Omar, 32, berkata dia melihat maklumat peribadi wanita itu dalam laman sembang berkenaan pada 10 Julai lalu menggunakan nama ‘Nurul Gersang’.

“Saya menghubunginya pada 16 Julai lalu dan wanita itu menawarkan diri menjadi teman tidur sebelum kami berbalas SMS.

“Dia mendakwa berada di Alor Setar, Kedah dan sedia berjumpa saya dengan syarat memasukkan RM150 dalam akaun bank miliknya,” katanya kepada Harian Metro, semalam. Pada keesokan hari, wanita berkenaan menghubungi semula mangsa dan meminta dimasukkan tambahan RM100 lagi ke akaun sebuah lagi bank sebagai syarat untuk bertemunya di Bandar Perda, Bukit Mertajam.

Azahar berkata, dia kemudian pergi ke Bandar Perda seperti diminta, namun wanita terbabit memaklumkan dia perlu memasukkan RM100 lagi ke akaunnya, namun dia tetap tidak muncul selepas memasukkan wang diminta.

“Terbaru, saya cuba memerangkap wanita itu kelmarin dan dia meminta saya memasukkan RM100 lagi dalam akaunnya, namun tetap tidak muncul di tempat dijanjikan.

“Saya membuat laporan di Balai Polis Teluk Air Tawar selepas kehabisan RM450 untuk memerangkap wanita itu,” katanya. Difahamkan, beberapa lelaki lain turut menjadi ‘mangsa’ dan kerugian ratusan ringgit tetapi enggan membuat laporan polis kerana malu.

Sementara itu, jurucakap polis mengesahkan menerima laporan itu dan berkata, taktik digunakan wanita berkenaan ialah satu bentuk penipuan.

Wanita buntu cari bapa walikan pernikahan

KUALA LUMPUR: Seorang wanita yang bakal mendirikan rumah tangga pada November depan buntu apabila bapa yang sepatutnya menjadi wali pernikahannya gagal dikesan sejak meninggalkan dia dan ibunya lebih 23 tahun lalu.
Fauziawati Abdullah, 27, berkata difahamkan bapanya, Abdullah Ismail, 51, meninggalkan rumah mereka di Kampung Kathijah, Brickfields di sini, tanpa sebarang berita.
Menurut Fauziawati, ibunya, Noraini Nazir, 49, tidak mempunyai sebarang maklumat mengenai keluarga sebelah bapanya yang berasal dari Kampung Bukit Kecil, Sungai Petani, Kedah.

Katanya, dia langsung tidak mengingati wajah lelaki itu kerana ditinggal seawal usia empat tahun sebelum dibesarkan nenek dan ibu saudaranya di Kajang, Selangor.

Menurutnya, sekiranya bapanya itu gagal ditemui, dia terpaksa membuat permohonan di mahkamah untuk menggunakan wali hakim.

Sehubungan itu, Fauziawati merayu bapanya atau orang ramai yang mengenali bapanya diminta menghubunginya di talian 014-2221297 atau 012- 6403916.

Belasah samseng kutip 'tol'

KUALA TERENGGANU: Sekumpulan samseng kampung dipercayai sering menunjuk lagak dengan mengutip ‘tol’ di Jambatan Kampung Padang Hangus, Tepoh, dekat sini, akhirnya bertemu buku dengan ruas apabila penduduk membelasah seorang daripada mereka dalam satu kejadian, Jumaat lalu.
INI DIA...Che Haris menunjukkan kesan kecederaan dilibas dengan 
pedang.
INI DIA...Che Haris menunjukkan kesan kecederaan dilibas dengan pedang.
Difahamkan, mereka sering menahan kenderaan terutama motosikal melalui kawasan terbabit untuk melakukan peras ugut terutama pada waktu malam, namun perbuatan itu tidak bertahan lama selepas beberapa pengguna yang menggunakan laluan itu membelasah seorang daripada ahli kumpulan berkenaan.
Semuanya terbongkar apabila kumpulan penjenayah terbabit membelasah seorang penduduk dari Kampung Padang Hangus, dekat sini, selepas mangsa cuba meleraikan pergaduhan berhampiran kawasan jambatan terbabit kira-kira jam 10.30 malam.

Mangsa, Che Haris Che Min, 48, berkata dia hanya cuba membantu meleraikan pergaduhan selepas melihat dua lelaki bergaduh di situ sebelum didatangi seorang penunggang motosikal yang melepaskan satu tendangan di belakangnya menyebabkan dia rebah.

“Sebaik berpaling, saya dilibas pula dengan senjata panjang di pinggang sebelum melawan dengan menahan libasan berkenaan di jari dan kemudian berjaya merampas senjata terbabit selepas menendang penyerang saya.

“Ketika itulah orang ramai mula membantu dan saya yang sudah tidak berdaya kemudian melihat senjata panjang yang mulanya disangka kayu pada tangan saya ketika itu sebenarnya pedang. Akibatnya pinggang, badan serta jari saya luka,” katanya ketika ditemui di rumahnya, semalam.

Menurutnya, beberapa individu mengerumuni kawasan itu membelasah lelaki berkenaan sebelum dia meminta suspek diserahkan kepada polis yang kemudiannya membawa mangsa dan suspek ke hospital untuk mendapatkan rawatan.

Sementara itu, Timbalan Ketua Jabatan Siasatan Jenayah (Risikan/Operasi) Terengganu, Superintendan Mohd Zani Che Din, berkata polis hanya menerima laporan mengenai kejadian pukul membabitkan seorang lelaki yang cuba meleraikan pergaduhan di Balai Polis Batu Rakit, kira-kira jam 11.30 malam, Jumaat lalu.